A. P T Lembu Jantan Perkasa (Breeding)
1. Keadaan Umum Perusahaan
Lokasi Peternakan Lembu Jantan Perkasa berlokasi di jl. Jl. Raya Serang Pandeglang KM 9,6 Desa Sindang Sari Kec. Pabuaran, Serang Banten. Bentuk badan usaha yang dijalankan berbentuk Perseroan Terbatas (PT), yang dimiliki oleh Bapak Djaya Gunawan. Luas area kandang seluas 26 ha, sedangkan luas bangunannya 10 ha. PT. lembu jantan perkasa ini bergerak dalam usaha breeding.
Letaknya sangat strategis karena jauh dari pemukiman penduduk, tersedia pakan disekitar lokasi kandang, dan keadaan iklim cukup sesuai dengan ternak sapi yang dipelihara. Jenis bangunannya yang dipakai adalah permanent.
Sumber daya yang dimiliki oleh Lembu Jantan Perkasa adalah sebagai berikut:
a. Organisasi Perusahaan :
1. Tenaga kerja 80 orang
2. Menager 1 orang
3. Supervisor 5 orang
b. Fasilitas Perusahaan :
1. Mobil 5 buah
2. Traktor 1 buah
3. Mesin pencacah rumput 1 buah
4. Mixer 2 buah
5. Timbangan BB sapi 1 buah
2. Aspek Tekhnis
a. Bibit
Peternakan Lembu Jantan Perkasa melakukan usaha dibidang pembibitan sapi potong. Populasi ternak sapi Peternakan Lembu Jantan Perkasa sampai saat ini berjumlah 1500 ekor, yang sebagian besar sapi betina ada beberapa sapi jantan sebagai pemacek.
Sedangkan bangsa-bangsa sapi (Bos) yang terdapat di dunia, pada garis besarnya dibagi menjadi 2 yaitu :
Sapi-sapi yang berpunuk atau kelompok zebu (Bos indicus). Kelompok ini berasal dan terutama tersebar di daerah tropis. Jenisnya antara lain : Sapi Ongole (Nellore), Sapi Sahiwal, Sapi Kankrey atau Sapi Guzert, Sapi Krishna Valley, Sapi Boran, Sapi Brahman.
Kelompok yang berasal dari Bos Primigenius. Kelompok ini tersebar di daerah sub tropis dan saat ini lebih terkenal dengan nama Bos Taurus. Jenis kelompok ini antara lain : Sapi Aberdeen-Angus, Sapi Hereford, Sapi Shorthon, Sapi Beefmaster, Sapi Brangus, Sapi Simental, Sapi Limousin, Sapi Friesian Holstein.
Ada beberapa bangsa sapi yang diusahakan di Peternakan Lembu Jantan Perkasa, antara lain sapi Brahman Cross / ACC simental, limosin. Sapi-sapi tersebut diimport dari Australia karena diaustralia dikembangkan sapi-sapi ACC (Australian comertial cross) yaitu sapi-sapi persilangan antara sapi Brahman (tropis) dengan sapi-sapi eropa (subtropis) yang memiliki hasil bagus. Dan sapi-sapi ini mempunyai mutu kurang bagus di Australia sehingga dapat di eksport dan yang mutunya bagus tidak boleh di eksport. Sapi import yang pernah diuji cobakan untuk dikembangkan di Indonesia adalah sapi : Hereford, Charolis, Simmental, Agerden, Angus dan Brahman. Disekian bangsa sapi, yang adaptasinya baik adalah sapi Brahman. Sapi Brahman tersebut selain perkembangannya cukup baik, juga memiliki daya tahan yang baik terhadap ektoparasit terutama caplak. Disamping pertumbuhannya yang lebih baik dibandingkan sapi lokal, sapi Brahman juga efisien dan menggunakan pakan ( Basuki, 1998 ).
Harga rata-rata bakalan induk yang akan diternakkan di Peternakan Lembu Jantan Perkasa berkisar 10 jutaan. Umur sapi bakalan / calon bibit dibeli pada umur1,5 th, lama pemeliharaan 2 bulan. Umur sapi bunting pada umur2 – 3 th,sedang lama pemeliharaan pedet 2 – 4 bulan.
b. Pakan
Sapi dan ruminansia yang lain sangat membutuhkan serat kasar, sebab bila kebutuhan serat kasar tidak terpenuhi akan menimbulkan gangguan pencernaan. Pakan kasar meembantu pencernaan untuk bekerja secara baik, membuat rasa kenyang dan mendorong kelancaran getah kelenjar pencernaan keluar, sedangkan pakan konsentrat (penguat) adalah pakan yang mengandung nutrisi tinggi dengan serat kasar rendah. Pakaan konsentrat meliputi susunan bahan pakan yang teerdiri dari biji-bijian dan beberapa limbah proses industri bahan pangan bijian seperti jagung giling, tepung kedelai, menir dedak, bekatul, dan umbi ditambah sumber vitamin dan mineral. Peranan pakan konsentrat adalah untuk meningkatkan nilai nutrisi yang rendah agar memenuhi kebutuhan normal hewan untuk tumbuh dan berkembang secara baik. Sapi yang dipacu pertumbuhannya seperti pada usaha penggemukan meemerlukan tambahan konsentrat dengan susunan yang lebih dari kebutuhan normalnya. Pakan tambahan perlu pula diberikan pada musim kering ataau kemarau yang jumlah rumput yang tersedia memiliki kandungan nutrisi rendah (Akoso,1996).
Pemberian pakan di peternakan Lembu Jantan Perkasa dilakukan 2 kali dalam sehari, dan jenis pakan yang diberikan berupa konsentrat, hijauan, dan mineral. Produksi biaya pakan untuk induk adalah Rp 1000, sedangkan untuk bakalan sebesar Rp 1500. Pemberian pakan didasarkan pada berat badan sapi tersebut, yaitu 3 % dari berat badan sapi tersebut. Pakan yang diberikan secara ad libitum. Waktu pemberian pakan pada pukul 07.00 dan 13.00 wib. Jumlah pakan yang diberikan yaitu 8 kg yang terdiri dari 5 kg kosentrat ( 3 kg pada pagi hari, dan 2 kg siang hari) dan 3 kg hijauan rumput. Konsentrat yang digunakan adalah hasil penyusunan sendiri yang terdiri dari onggok, bungkil sawit, bungkil kopra, coklat, bungkil kedelai, dan bran., sedang hijauan menanam sendiri dan diberikan dengan dicacah terlebih dahulu dan dalam bentuk yang masih basah.
Semua komponen pakan tersebut dicampur menjadi satu hingga homogen, setelahrata didiamkan sebentar dan konsentrat telah siap untuk diberikan pada ternak. Pemberian dilakukan 2 kali sehari, yakni pagi dan siang. Teknis pemberiannya,adalah konsentrat diberikan lebih dulu, kemudian setelah 2 jam diberi hijauan. PT Lembu Jantan Perkasa telah memproduksi pakan sendiri dan letaknya disekitar kandang hal ini bagus karena dapat mengurangi biaya transportasi. Konsentrat disini di buat / di campur sendiri dan diberikan secara kering. Dibuat / dicampur sendiri bagus karena biayanya lebih murah dari pada harus beli yang sudah lengkap / di campur yang kualitasnya jangan sama, cara pemberian konsentrat yang kering memungkinkan karena hijauannya sudah keadaan basah.
c. Perkandangan
Pada PT. lembu jantan perkasa ini lokasinya cukup memenuhi persyaratan seperti jauh dari pemukiman, tersedianya sarana transportasi, listrik, air, lahan yang cukup luas, tersedianya pakan, dan iklim yang sesuai dengan ternak (sapi). Menurut sarwono dan arianto (2001) pemilihan lokasi kandang yang sesuai diantaranya dengan mempertimbangkan letak yang strategis, kondisi tanah dan kesesuaian iklim untuk masing-masing jenis sapi. Pada PT. lembu jantan perkasa luas areal perkandangannya adalah 10 x 15 m2 dan tipe kandang yaitu koloni terbuka. Kandang koloni adalah kandang yang terdiri dari satu bangunan atau ruangan tetapi di gunakan untuk ternak dalam jumlah banyak.. hal ini kurang sesuai dengan luas ideal kandang untuk satu unit usaha penggemukan sapi potong minimal 3.500 m2. macam bangunan perusahaan ini yaitu : kandang sapi, gudang pakan dan pabrik pakan, kantor, mushola, dan mess. Fasilitas penunjang dalam areal kandang tersebut sudah cukup terpenuhi. Kandang sapi disini terdiri dari 9 kandang yaitu kandang A, B, C, D, E, F, dan G ditambah Call box, Kandang hospital, Kandang bunting tua. Untuk masing-masing kandang mempunyai bentuk dan ukuran yang berbeda. Untuk satu kandang terdiri dari beberapa pen yang berbeda pula dan untuk 1 pen dapat menampung 50 ekor sapi. Dan kandang di sini dapat menampung 3500 ekor sapi. Pada perusahaan ini atab terbuat dari esbes. Asbes dapat menyerap panas dengan baik sehingga cocok dengan fungsi atap yaitu untuk menjaga kehangatan ruangan kandang pada malam hari. Dindingnya terbuat dari kayu. Hal ini baik agar sapi tidak keluar dari kandang, lantai terbuat dari batako dan tempat pakan terbuat dari karet dan semen. Tempat minumnya juga sama terbuat dari semen. Gang waynya terbuat dari aspal agar memudahkan dalam penanganan sapi. Selokan juga terbuat dari semen agar mudah membersihkannya. Dan tempat penanganan kotoran dan tahan lama.
d. Kesehatan ternak, Sanitasi Lingkungan Dan Recording
Untuk mendukung kesehatan ternak sapi agar dapat berproduksi dengan maksimal maka di Peternakan Lembu Jantan Perkasa dilakukan program kesehatan secara rutin. Diantaranya adalah: setiap 3 bulan sekali ternak diberi obat cacing, dan pengobatan dengan segera bila terdapat gejala penyakit pada ternak.
Pembersihan kandang dilakukan setiap satu kali sehari dengan disiram. Disana tidak ada tempat pengolahan limbah, sehingga limbah tersebut dikumpulkan dan dijual. Perusahaan peternakan sangat berpotensi menghasilkan limbah yang dapat mencemari lingkungan, bak pencemaran udara, tanah maupun air. Yang semua itu dapat menurunkan kualitas kesehatan manusia disekelilingnya. Ada dua macam limbah yang dihasilkan di Peternakan Lembu Jantan Perkasa yaitu kotoran sapi dan urin sapi. Di perusahaan itu, kedua macam limbah tersebut tidak diolah dengan baik, feses sapi dijual kepada masyarakat yang membutuhkan, dengan harga Rp 2000,-/karung.
Perawatan ternak dilakukan untuk menjaga agar ternak tetap sehat dan dapat segera tumbuh dangan cepat. Peternakan Lembu Jantan Perkasa belum melakukannya. Penyakit yang sering menyerang di Peternakan Lembu Jantan Perkasa antara lain yaitu penyakit kulit yang dapat menular, sehingga sapi tersebut dipisahkan dari sapi – sapi yang lain, penyembuhannya dengan penyemprotan anti biotik. Penyakit yang lain yaitu pink eye, pengobatannya dengan disemprot terramycyn. Pneumonia dengan antibiotic dan vitamin. Selain itu pada peternakan breeding biasanya sering terjadi distokia.
Peternakan Lembu Jantan Perkasa melakukan identifikasi ternak dengan earning. Perkawinan yang dilakukan dengan system IB, yang frekuensinya sesuai dengan birahi pada sapi betina.
e. Pemasaran
Hasil produksi usaha pembibitan sapi Lembu Jantan Perkasa sebagian besar dipasarkan diseputar lingkungan Jabotabek Banten, Lampung dll. Proses penjualannya, pembeli datang sendiri dilokasi peternakan Lembu Jantan Perkasa. Kebanyakan konsumen yang datang membeli sapi untuk dipelihara lagi sebagai sapi potong.
Biasanya pedet dijual seharga 3,5 juta untuk pedet betina, sedang untuk jantan dijual dengan harag 4,75 juta. Untuk induk bunting umur 4 – 5 bulan dijual dengan harga 10 juta, sedang yang berumur 6 – 9 bulan dijual dengan harga 10,5 juta.
Kotoran yang dihasilkan dijual kepada siapapun yang mau membelinya, tapi sebagian besar kotoran yang ada digunakan untuk pupuk pada lahan rumput mereka, sehingga akan dapat menghemat biaya. Biasanya kotoran yang dijual seharga Rp 2000,- / karung.
f. Analisis Finansial
1. Analisis Data
Jumlah Bibit = 350 ekor
a. Biaya Pengadaan Bibit = Rp 18.000/kg x 150 kg = Rp 2.700.000
b. Biaya oprasional :
- Pemeliharaan pra breeding (2 bulan)
Pakan : konsentrat = 3 kg x Rp 1000 x 60 hr = Rp 180.000
Hijauan = 5 kg x Rp 150 x 60 hr = Rp 45.000
Gaji karyawan = Rp1000 x 60 hr = Rp 60.000 +
Rp 285.000
- Pemeliharaan sapi bunting(9 bulan)
Pakan : konsentrat = 3 kg x Rp 1000 x 270 hr = Rp 810.000
Hijauan = 5 kg x Rp 150 x 270 hr = Rp 202.500
Gaji karyawan = Rp1000 x 270 hr = Rp 270.000 +
Rp1.282.500
- Pemeliharaan laktasi(2 bulan)
Pakan : konsentrat = 3 kg x Rp 1000 x 60 hr = Rp 180.000
Hijauan = 5 kg x Rp 150 x 60 hr = Rp 45.000
Gaji karyawan = Rp1000 x 60 hr = Rp 60.000 +
Rp 285.000
- Biaya Perawatan
Semen beku = Rp 15.000
Obat - obatan = Rp 35.000+
Rp 50.000
Jumlah biaya input (1 satu ekor) Rp 4.602.500
Jumlah biaya input (350 ekor)
Rp 4.602.500 x 350 = Rp 1.610.875.000
Hasil Penjualan
Rp 4.750.000 x 350 = Rp 1.662.500.000
Keuntungan Yang didapat Rp 51.625.000
permisi mas, saya rencana juga mau pkl disana. salam kenal mas
BalasHapusAda yang punya cp ljp nya ga ya?
BalasHapus